Photobucket

Tampilkan postingan dengan label Gak Wajar. Tampilkan semua postingan

Jangan Tiru Yoga Bayi Ekstrem dari Rusia


.

img
(foto: youtube)Jakarta,

Seorang perempuan dari Rusia memposting video 'yoga bayi' yang mengklaim bisa membantu proses tumbuh kembang bayinya. Tapi para orangtua sebaiknya tidak meniru adegan tersebut, karena sangat berbahaya bagi keselamatan bayi.

Dari tayangan youtube, perempuan Rusia bernama Lena Fokina ini melakukan yoga bayi dengan cara mengayun-ayunkan bayi di atas kepalanya, melempar-lemparkan bayi, memutar-mutar bayi dengan satu tangan. Dan mungkin Anda yang yang melihatnya bakal tidak sanggup karena tidak tega melihat tubuh mungil bayi yang diperlakukan kasar.

Lena menyebutnya sebagai 'senam perkembangan ekstrem'. Tapi hal ini sangat jauh dari kebenaran dan bisa membahayakan keselamatan si bayi.

Yoga bayi yang diklaim oleh Fokina terlihat seperti meniru aktivitas fisik binatang. Meskipun tubuh bayi lebih tahan dan fleksibel dibanding orang yang lebih tua, tapi tetap saja kerangka anatominya belum cukup kuat seperti layaknya orang dewasa.

"Bagi para orangtua saya mohon untuk tidak menirunya di rumah karena sangat berbahaya," ujar Dr Manny Alvarez, seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (21/1/2011).

Dalam wawancara di salah satu stasiun televisi, Fokina mengklaim bahwa yoga bayi yang dilakukannya bisa mempercepat dan meningkatkan proses perkembangan serta memperkuat tangan bayi, tapi hal ini tidak disertai dengan fakta-fakta yang ada.

Praktik yoga bayi dilakukan gerakan menghentak dan mengayun di atas kepala. Padahal gerakan menyentak yang dilakukan berkepanjangan dan ekstrem bisa berpotensi merusak sendi-sendi bayi dan bahkan menyebabkan sindrom bayi terguncang (shaken baby syndrome/SBS).

SBS bisa terjadi akibat adanya guncangan keras dengan cara gerakan membolak-balik kepala bayi dalam satu arah atau lebih yang mengakibatkan percepatan atau perlambatan parah dari kepala.

Padahal otak bayi belum matang dan mudah terluka, sedangkan otot leher masih belum kuat untuk menopang kepala. Karenanya jika bayi dilempar atau diayunkan ke udara, lehernya tidak bisa menstabilkan gerakan kepala.

"Jika orangtua berpikir ingin memperkenalkan latihan atau olahraga sejak awal, lakukanlah dengan cara dan bimbingan yang benar dan tidak perlu berimprovisasi," ungkapnya.

Yoga bayi yang dilakukan dengan tepat memang bisa meningkatkan ikatan hubungan dengan bayi, keterampilan motorik bayi, menyenangkan baik bagi ibu maupun si kecil dan aman.

Sumber : detik.com

Lakukan Seks di Luar Angkasa Berbahaya


.


NASA
Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

KOMPAS.com —
Sejak lama penelitian soal reproduksi di luar angkasa menjadi salah satu bahasan hangat, terutama ketika program penjelajahan luar angkasa mulai digalakkan. Membangun koloni manusia di planet lain mungkin kini masih menjadi mimpi.

Pasalnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa melakukan hubungan seks di luar angkasa masih berisiko tinggi jika ditujukan untuk menghasilkan keturunan. Berdasarkan studi, keturunan yang dihasilkan mungkin akan memiliki kelainan.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Cosmology meneliti perkembangan embrio ikan zebra dalam kondisi yang mirip dengan kondisi luar angkasa. Penelitian dilakukan dengan menempatkan embrio dalam bioreaktor yang dibuat untuk menirukan kondisi gravitasi di luar angkasa. Para ilmuwan kemudian mencatat perkembangan embrio.

Setelah telur menetas, ilmuwan mendapati bagian tulang yang menyangga insang berubah bentuk pada beberapa ikan. Beberapa bulan kemudian, jumlah ikan yang mengalami kelainan bertambah. Ilmuwan mendapati kebengkokan pada tulang yang menjadi dasar tengkorak.

Penelitian yang dilakukan sebelumnya juga menemukan hal serupa. Hanya, penggunaan bireaktor dikritik karena dianggap tidak dapat meniru kondisi luar angkasa secara sempurna.

Artikel studi dalam Journal of Cosmology ini menyentuh topik yang dianggap tabu dan belum pernah dibahas NASA sebelumnya: seks di luar angkasa. Topik ini mengemuka setelah muncul rencana untuk menjalankan misi mengirim manusia ke Mars.
(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Restoran Kanibal di Jerman Menuai Protes


.


ilustrasi foto mutilasi

Jerman sedang dihebohkan sebuah situs restoran yang mengiklankan sajian menu daging manusia. Situs itu mengajak siapapun untuk mendonasikan bagian tubuhnya untuk dijadikan menu utama restoran bernama Flime. Lokasinya di Berlin.

Seperti dilansir Telegraph edisi 27 Agustus 2010, iklan ajakan untuk mendonasikan bagian tubuh untuk disantap itu menuai kemarahan publik Jerman.

Iklan itu bukan hanya mengajak pengunjung restoran untuk mendonasikan sebagian tubuhnya, tapi juga sekaligus mencari dokter bedah yang menurut mereka 'berpikiran terbuka'.

Bagi mereka yang bersedia menjadi anggota dan mendonasikan organnya, mereka harus bersedia turut dalam budaya 'Kanibal-Wari'. Untuk itu, pemilik restoran akan meminta mereka mengisi formulir pernyataan bersedia.

Hingga kini belum terungkap di mana lokasi restoran yang menuai protes itu. Dalam situs disebutkan, dalam menjalankan bisnisnya, restoran ini mengedepankan spirit kanibalisme 'Belas Kasihan' dari Suku Waricaca di Brasil.

"Kami melihat acara pesta ini merupakan tindakan rohani, yang memiliki semangat dan kekuatan mengkonsumsi makhluk hidup untuk diberikan kepada para tamu," tulis situs itu.

Protes pun bermunculan. Wakil Presiden Partai Kristen Demokrat Berlin Michael Braun mengatakan kepada koran Bold, bahwa dia telah menerima banyak surat elektronik yang mengeluhkan keberadaan restoran misterius itu.

"Saya beranggapan itu adalah sebuah lelucon yang menyesatkan. Tetapi, itu sangat menjijikkan. Terutama, karena ada kasus di mana seorang warga Berlin dibunuh seorang kanibal belum lama ini," kata Braun.

Kasus yang dimaksud Braun itu adalah Armin Meiwes, seorang pelaku kanibalisme yang dihukum seumur hidup. Pada 2006, Meiwes terbukti membunuh dan memakan warga Berlin, yang menurut pengakuannya, sudah menyatakan kesediaannya untuk disantap.

Korban itu bernama Bernd Jurgen Brandes, seorang teknisi komputer, yang menyatakan dirinya rela disantap Meiwes pada 2001. Meiwes pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Si kanibal akhirnya memotong bagian tubuh Bernd dan menyantapnya. Potongan tubuh itu disantap setelah dimasak dengan campuran bawang putih, garam, dan lada.

Santapan Meiwes itu tidak habis dalam sehari. Bahkan setelah beberapa bulan dia terus menyantap bagian-bagian tubuh korban. Saat dibekuk polisi, Meiwes sudah menyantap hampir 20 kilogram bagian tubuh Bernd. (sj)

sumber : vivanews.com